Sosial

Kisah Pilu Nenek Mas Amah Warga Kekiling Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Published on

Lampung Selatan,www.beritaindonesia.org– Kisah pilu kali ini dialami oleh Nenek Mas Amah, seorang nenek yang sudah lanjut usia yang harus menjalani hidupnya di rumah tak layak huni di  Desa Kekiling, kecamatan penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi rumah yang ditempatinya kini semakin memprihatinkan dan dikhawatirkan membahayakan keselamatannya.

Bangunan rumah yang berukuran sekitar 5 x 4 meter itu terbuat dari anyaman  bambu yang sudah keropos, bahkan terlihat berlubang di beberapa bagian atapnya.

Di musim hujan seperti sekarang, Mas’amah  pasti menderita luar biasa. Jika hujan deras air pun  masuk kedalam rumah dan  lantai pun becek,  rasa aman pun hilang karena khawatir atap kapan saja bisa ambruk menimpa mereka.

Saat ini, Mas’amah hanya bisa pasrah menunggu uluran para dermawan bertahan hidup di bawah atap yang tidak aman. Mereka tidak menuntut kemewahan, hanya meminta hak dasar sebagai warga negara untuk memiliki hunian yang layak dan aman.

Keprihatinan ini juga dirasakan oleh pihak pemerintahan setempat. Menurut  Jayadi, Aparatur Desa Kekiling,  pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin.

“Kami, Pemerintah Desa sudah sejak empat tahun yang lalu mengusulkan rumah ini, tapi hingga kini belum juga ada tanggapan,” ujar Jayadi dengan nada penuh kegetiran dan kemarahan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kelalaian bukan terletak di tingkat desa, melainkan terjadi di jenjang atas di mana usulan warga yang mendesak justru dibiarkan mati suri tanpa kejelasan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Exit mobile version