Connect with us

Berita Indonesia

Jaranan Turonggo Setto Meriahkan Hut Dusun Temiang Ke- 68 Dan Santunan Anak Yatim

Seni Budaya

Jaranan Turonggo Setto Meriahkan Hut Dusun Temiang Ke- 68 Dan Santunan Anak Yatim

Lampung Selatan,www.beritaindonesia.org – Kesenian asal dusun temiang, Desa Pardasuka, kecamatan katibung Jaranan  adalah jenis kesenian yang dikenal masyarakat luas dengan sebutan jaranan.

 

Jaranan adalah kesenian rakyat atau tarian yang melukiskan gerakan penunggang kuda (jaranan) dengan kuda mainan yang terbuat dari bilahan anyaman bambu hadir dan meramaikan pesta rakyat di suasana libur hari besar islam 1447 di dusun temiang, Minggu 6 Juli 2025.

 

Pengurus kesenian jaranan Turonggo Seto Sudarno  memaparkan, bahwa hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun dusun Temiang yang ke 68 dan memberikan santunan anak yatim, kita mengadakan berbagai macam kesenian budaya yang kita angkat agar semua masyarakat dan semua lapisan agar mengenal seni budaya, hari ini kita adakan dari kesenian, TTKKDH, PSHT, Siliwangi dan jaranan.

 

Kita juga sangat  mendukung penuh dari kesenian jaranan  turonggo seto seni  Budoyo dan kesenian yang hadir di hari ini yang mensuport dalam rangka memperkenalkan seni budaya kepada masyarakat luas dan ini benar-benar klaborasi yang sangat luar biasa, ucapnya.

 

Sudarno   berharap, dengan adanya pagelaran seni budaya ini, agar anak-anak muda bisa lebih mengenal dan belajar juga menyebarluaskan seni budaya kita.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dusun temiang yang bertepatan ulang tahun ke 68  memberikan santunan kepada 46 anak yatim yang langsung di serahkan kepada anak anak yatim.

 

Diketahui, asal mulai munculnya jaranan kediri sejak abad ke-11 di Wengker atau Ponorogo yang diciptakan oleh Raja Ponorogo pada masa itu, tepatnya pada tahun 1045 masehi, seusai bunuh dirinya puteri Daha atau Kediri. Kesenian Jaranan atau Jathilan masuk ke Kediri dari Ponorogo pada abad 19 masa Hindia Belanda. Hal tersebut diungkap Penasehat  Paguyuban Turonggo Setto Misra  kepada awak media.

 

Lebih lanjut penasehat turonggo setto Misra menegaskan bahwa, paguyuban ”  jaranan” terlahir atas keinginan dan tekad yang kuat untuk peduli dan ikut melestarikan seni budaya yang populer dari pulau jawa, khususnya Jaranan Asli Kediri.

 

Turinggo Setto  mengusung Seni Tari Jaranan Klasikal dan Sakral agar tetap terjaganya keaslian seni jaranan khas Kediri yang diturunkan turun temurun dari generasi ke generasi hingga sekarang, tegas penasehat paguyuban Turonggo Setto.

(Aceng.S)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Seni Budaya

Advertisement
Advertisement
To Top