Ekonomi

Harga Jagung Anjlok, Petani Kesulitan Mencari Keuntungan

Published on

Lampung Selatan, www.Beritaindonesia.org — Harga jagung anjlok, para petani kesulitan untuk mencari keuntungan dari hasil panen. Harga jagung sekarang Rp. 5.200 per kilogram jauh di bawah harga sebelumnya yang mencapai Rp 6.200. Situasi ini menimbulkan tantangan serius bagi petani di Desa Tanjung Ratu Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan, Senin (9/2/2026).

 

Dampak dari harga jagung yang rendah sangat terasa bagi petani, terutama dalam hal pengembalian modal awal tanam dan pembelian obat-obatan yang harganya sangat mahal. Hal ini membuat keuntungan yang bisa mereka peroleh dari panen jagung menjadi sangat minim.

 

Proses penanaman jagung hingga panen memakan waktu empat bulan penuh. Namun, hasil panen yang diharapkan tidak sebanding dengan upaya yang telah dilakukan, mengingat harga jagung yang terus merosot.

 

Sekarang musim ujan, banyak ulat belalang, dan kupu-kupu jadi turun hasilnya, biasanya kalau panen bagus bisa mencapai lima sampai enam ton dalam seperempat hektar, tetapi hasil panen saya saat ini hanya empat ton ungkap Andi.

 

Kalo ketersediaan pupuk cukup bagus  bagi petani pupuk untuk beberapa bulan ini sudah memedai setok lumayan banyak kalo untuk pemakaian biasanya, satu hektar lahan bisa membutuhkan hingga satu ton pupuk,

 

Dengan modal awal yang mencapai Rp9.000.000, termasuk biaya bibit yang mahal sebesar Rp2.400.000 per dos, para petani harus menghadapi berbagai pengeluaran, termasuk obat-obatan, upah buruh, biaya transportasi, dan biaya operasional selain pupuk

Di lahan saya, ada sepuluh orang yang saya pekerjakan untuk membantu proses panen, seperapat  hektar biasanya memakan waktu tiga sampai empat  hari, tergantung kondisi cuaca. Satu karung  jagung diberikan upah Rp8.000,  dan harus membayar biaya mobil untuk memuat jagung ke pabrik  ujar Andi.

Meskipun jagung yang berhasil dipanen langsung dibawa ke tempat penjualan yang berlokasi di kecamatan sidomulyo, namun dengan kondisi pasar yang tidak mendukung, petani tetap mengalami kesulitan dalam mencari keuntungan yang memadai.

(Aceng.S)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Exit mobile version