Connect with us

Berita Indonesia

Afif Apriansyah, Warga Kecamatan Raja Basah Terbaring Sakit Selama 6 Tahun

Featured

Afif Apriansyah, Warga Kecamatan Raja Basah Terbaring Sakit Selama 6 Tahun

Lampung Selatan, www.beritaindonesia.org — Fakta Nyata dan Realita Tak Terbantahkan,   Afif Apriansyah Terbaring Sakit, Camat Firdaus – Kepala UPTD Puskesmas – Kades Way Muli Induk Tak ada Kepedulian,

Afif Apriansyah, anak berusia 6 tahun, warga Dusun III, RT 007/RW 004, Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, terbaring lemah di rumah sakit.

Tubuhnya kurus kering, tulang-tulangnya menonjol jelas di balik kulitnya, harus terhubung selang oksigen dan alat bantu hidup lainnya. Kondisi ini adalah bukti nyata kasus gizi buruk dan stunting yang bisa dilihat oleh siapa saja, tak perlu penelitian panjang pun semua orang paham apa yang terjadi pada anak ini.

PENGAKUAN ORANG TUA:

Ayah dan Ibu Afif mengaku dengan nada sedih bahwa mereka tidak pernah mendapatkan perhatian sedikitpun dari pemerintah setempat, apalagi dari pihak UPTD Puskesmas.

“Yang pernah datang cuma bidan, itu pun hanya saat proses kelahiran saja. Setelah itu tidak ada lagi. Kalau pun ada pertemuan atau pengecekan, cuma diukur tinggi dan berat badannya saja. Tidak ada penyuluhan, tidak ada pemberian tambahan gizi, tidak ada perhatian khusus sama sekali.

Kami tidak tahu harus ke mana dan minta bantuan ke siapa, karena memang tidak pernah dihubungi atau dibimbing oleh petugas kesehatan,” ungkap orang tua Afif dengan suara terbata-bata.

PERMINTAAN DAN PENJELASAN CAMAT RAJABASA

Menjelang berita ini diterbitkan, Camat Rajabasa Firdaus terlihat sangat sibuk menghubungi awak media Mentrengnews.com. Beliau memohon-mohon agar berita mengenai kasus ini jangan dinaikkan ke publik.

“Mohon berita ini jangan dulu diterbitkan ya. Saya jelaskan saja, sebenarnya 2 hari yang lalu istri Kepala Desa Way Muli Induk sudah berkunjung, dan juga ada wakil dari Puskesmas Rajabasa sebanyak 1 orang yang ikut melihat kondisi Afif di rumah,” ujarnya memohon dengan nada yang terkesan panik.

Namun berdasarkan penjelasan langsung dari orang tua Afif, kunjungan tersebut hanya sebatas formalitas belaka.

“Iya benar mereka datang, tapi cuma sebentar saja datang melihat-lihat, terus minta foto bareng kami dan anak, sudah itu langsung pulang. Tidak ada pembicaraan tentang penanganan, tidak ada arahan apalagi bantuan sedikitpun. Kosong melompong, cuma foto-foto saja,” ungkap orang tua Afif.

Namun permintaan dan penjelasan ini justru memunculkan pertanyaan besar dari publik dan awak media:

❓ KENAPA CAMAT TERKESAN PANIK DAN TAKUT BERITA INI DITERBITKAN? ADA APA SEBENARNYA?

❓ KENAPA BARU 2 HARI YANG LALU MEREKA DATANG, PADAHAL KONDISI INI SUDAH BERLANGSUNG BERTAHUN-TAHUN?

❓ JIKA HANYA DATANG LIHAT DAN FOTO-FOTO SAJA, UNTUK APA KUNJUNGAN TERSEBUT? APA MAKNANYA BAGI KESEMBUHAN ANAK KAMI?

❓ SELAMA INI KE MANA SAJA DAN APA SAJA YANG MEREKA KERJAKAN?

Sementara itu, sikap Kepala UPTD Puskesmas Rajabasa makin memperparah kesan buruknya. Sebelum berita ini tayang, redaksi sudah mengirimkan naskah rilis berita untuk mendapatkan tanggapan, dan juga sudah melakukan panggilan sebanyak 5 kali.

Namun sampai berita ini diterbitkan, beliau tetap TIDAK MERESPON SAMA SEKALI, memilih bungkam seolah tidak ada tanggung jawab yang harus dijawab.

JABATAN DAN TANGGUNG JAWAB DI PERTANYAKAN OLEH PUBLIK

Camat Rajabasa Firdaus, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Rajabasa, dan Kepala Desa Way Muli Induk sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kepedulian sedikitpun selama ini.

Seolah mereka hidup di dunia lain, seolah wilayah kerja mereka bersih dari masalah kesehatan, padahal bukti nyata ada di depan mata.

TERUTAMA KEPALA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN RAJABASA – dia adalah orang yang paling bertanggung jawab di sini! Jabatan yang dia emban, tugas pokok dan fungsinya secara eksplisit mengamanatkan untuk memantau pertumbuhan anak, mencegah dan menangani kasus gizi buruk serta stunting.

Dia yang seharusnya punya data lengkap setiap anak di wilayahnya, dia yang seharusnya turun ke lapangan, dia yang seharusnya menjadi garda terdepan. Tapi nyatanya? ZERO PERFORMA! NOL KINERJA! MALAH BUNGKAM SAAT DIMINTA KETERANGAN!

Program penurunan stunting dikampanyekan ke seluruh penjuru, anggaran negara dialokasikan miliaran rupiah, rapat-rapat digelar rutin dari tingkat pusat sampai daerah, laporan dibuat seindah dan sempurna mungkin.

Tapi semua itu hanya menjadi pajangan belaka! Di lapangan, anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas utama negara justru dibiarkan menderita sampai kondisinya kritis seperti yang menimpa Afif ini.

SUARA MASYARAKAT:

Masyarakat Kecamatan Rajabasa khususnya warga Desa Way Muli Induk secara luas menyatakan kekecewaan dan penyesalan yang mendalam.

“Kami semua sangat menyesalkan dan sangat kecewa sekali dengan kinerja Kepala Desa Way Muli Induk, Camat Rajabasa Firdaus, apalagi Kepala UPTD Puskesmasnya.

Baru 2 hari yang lalu datang?

Ibunya Afif mengakui bahwa,  Istri kepala Desa Way Muli Induk dan Wakil puskesmas datang hanya Melihat, lalu minta foto foto dan pulang,

Datangnya pun cuma lihat-lihat dan foto-foto saja, terus pulang! Itu namanya kunjungan apa namanya? Ujar seorang warga yang ogah disebutkan namanya,

Berarti selama ini mereka tidur atau pura-pura tidak tahu?

Terus Camatnya sampai memohon-mohon berita jangan dinaikkan, takut kenapa?

Kepala UPTDnya malah diam saja saat dihubungi 5 kali.

Kalau mereka bekerja sesuai tugasnya, kasus seperti ini tidak akan pernah terlambat penanganannya.

Jabatan dan gaji yang mereka terima itu dari uang rakyat,

TAPI pelayanannya nol besar!

Kami berharap ada tindakan tegas atas kelalaian ini,” tegas sejumlah warga.

KOMENTAR TEGAS SEORANG TOKOH WANITA YANG CUKUP TERNAMA

“Saya sangat kecewa dan menyesalkan sekali kinerja Camat Rajabasa, apalagi sampai terlihat panik memohon berita jangan diterbitkan. Kalau dia merasa sudah bekerja dengan benar, buat apa takut diberitakan?

Dan baru 2 hari yang lalu mereka datang? Padahal kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun! Kenapa tidak dari awal?

Kenapa harus menunggu akan diberitakan baru bergerak?

Apalagi kunjungannya cuma sebentar, lihat-lihat, foto bareng terus pulang! Tanpa solusi, tanpa bantuan, itu namanya formalitas belaka!

Tapi yang paling saya pertanyakan habis-habisan adalah Kinerja Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Rajabasa! Sudah dikirimi berita, sudah dipanggil 5 kali, tapi sama sekali tidak merespon! Apa sebenarnya tugas dan fungsi dia?

Untuk apa jabatan itu ada? Untuk apa gaji dan tunjangan yang dia terima setiap bulan dari uang rakyat? Bukankah kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab mutlaknya?

Kalau dia bekerja dengan sungguh-sungguh, punya sistem pemantauan yang baik, dan mau turun ke lapangan bukan cuma duduk di ruangan ber-AC, seharusnya kasus Afif ini sudah terdeteksi sejak dini, sudah mendapatkan penanganan, dan tidak akan sampai separah ini!

Fakta dari orang tua saja membuktikan bahwa tidak ada perhatian sama sekali, hanya diukur saja saat lahir. Itu namanya bukan pelayanan, itu namanya formalitas belaka!

Stunting itu program pemerintah nasional! Itu bukan masalah sepele! Itu menyangkut masa depan generasi bangsa! Kalau pejabat yang diberi tanggung jawab saja bersikap seperti ini, mau bagaimana nasib rakyat kecil?

Dan tidak kalah memalukan, Kepala Desa Way Muli Induk juga sama saja! Sebagai orang yang paling dekat dengan masyarakat, mana mungkin tidak tahu kondisi warganya sendiri? Atau memang sengaja tidak mau tahu karena tidak ada keuntungan materiilnya?

Untuk kedepannya, saya mengharapkan Camat Rajabasa, semua Kepala Desa dan pihak UPTD Puskesmas bisa lebih teliti dan lebih aktif lagi dalam mendata kondisi seluruh masyarakat. Karena hal itu memang sudah menjadi kewajiban dan tugas pokok mereka masing-masing!

Saya berharap Pemerintah Kecamatan Rajabasa, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dan seluruh instansi terkait SEGERA TURUN TANGAN!

Jangan tunggu sampai nyawa Afif melayang baru kalian bergerak! Kami masyarakat menuntut pertanggungjawaban atas kelalaian yang sudah merugikan masa depan anak bangsa ini!”

Bukti-bukti sudah lengkap, fakta berbicara sendiri. Tidak ada alasan apapun yang bisa membela kelalaian mereka. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan tugas dan fungsi setiap pejabat yang digaji dari uang pajak rakyat.

Kami dari Mentrengnews.com tetap menerbitkan berita ini sebagai bentuk kontrol sosial, dan akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan tindakan nyata yang diberikan kepada keluarga Afif serta evaluasi tegas terhadap kinerja pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Featured

Advertisement
Advertisement
To Top