Connect with us

Berita Indonesia

Tidak Ada Pagar, Puskesmas Rawat Inap Seragi Justru Bebas Terbuka Tanpa Sekat

Kesehatan

Tidak Ada Pagar, Puskesmas Rawat Inap Seragi Justru Bebas Terbuka Tanpa Sekat

Lampung Selatan,www.beritaindonesia.org– Fakta memilukan terkuak di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi. Fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi benteng perlindungan bagi pasien dan keluarga, justru terbuka lebar tanpa pengaman yang memadai.

Pagar pembatas yang seharusnya menjadi prioritas utama dan syarat mutlak keamanan, nyaris tidak ada di wilayah ini. Wilayah kerja fasilitas kesehatan ini bebas keluar-masuk siapa saja tanpa sekat yang jelas, layaknya lapangan terbuka yang tak bertuan.

“Kuburan saja sudah berpagar dan aman, tapi  Puskesmas Rawat Inap Sragi yang berbasis rawat inap kok justru bebas terbuka tanpa batas,” ujar sindiran pedas yang terlontar dari masyarakat. Pernyataan itu menyiratkan kenyataan pahit bahwa perlindungan di tempat orang berobat justru kalah dibanding tempat peristirahatan terakhir.

Red. Dikonfirmasi awak media terkait kondisi memprihatinkan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Ranap Inap Sragi mengaku bahwa usulan pembangunan pagar sebenarnya sudah diajukan. Namun, rencana itu kandas dengan alasan yang dinilai masyarakat sangat lemah.

“Sudah diusulkan pagar, tapi kan menambah sempit lokasi Bos. Makanya susah, lokasinya hanya segitu,” ujar Kepala UPTD dengan nada pasrah.

Jawaban tersebut seolah membenarkan bahwa keamanan harus dikorbankan demi alasan keterbatasan lahan. Padahal, standar keselamatan fasilitas kesehatan tidak boleh main-main. Sekecil apa pun wilayahnya, pagar tetaplah mutlak adanya sebagai benteng pertahanan pertama demi keselamatan nyawa.

Mencari kejelasan lebih lanjut, awak media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, S.K.M., M.M..

Bahkan naskah pertanyaan dan rilis berita pun sudah dikirimkan untuk mendapatkan tanggapan resmi. Namun, respon yang diterima justru terkesan menghindar.

“Iya Bang Saya Baca dulu ya,” ujar singkat Devi Arminanto saat dihubungi.

Sayangnya, janji untuk membaca itu tak kunjung dibalas dengan jawaban. Hingga waktu menunjukkan hampir satu jam berlalu, tidak ada satupun tanggapan tambahan yang diberikan. Kepala Dinas memilih bungkam dan membiarkan persoalan keamanan ini menggantung tanpa solusi.

Akibat ketiadaan pagar dan akses yang begitu bebas, area parkir menjadi sangat rawan tindak kriminal dan kehilangan. Rasa takut inilah yang memaksa keluarga pasien mengambil langkah di luar prosedur.

Kendaraan roda dua nekat dibawa masuk hingga diparkir sembarangan di teras dan lorong kamar rawat inap, hanya demi bisa diawasi mata sendiri.

“Ya mau bagaimana lagi Pak, kalau parkir di luar bebas siapa saja lalu lalang, takut hilang. Akhirnya kami bawa masuk saja biar terpantau,” ungkap salah satu keluarga dengan nada kesal.

Tindakan ini jelas membahayakan. Jalur evakuasi darurat terancam tertutup rapat, dan protokol kebersihan pun terabaikan hanya karena manajemen gagal menyediakan pagar pengaman yang layak.

Dengan kondisi wilayah yang terbuka lebar tanpa pagar, beban pengamanan hanya dipikul oleh satu orang satpam. Tugas ini mustahil dilakukan secara maksimal mengingat luasnya area dan bebasnya akses masuk bagi siapa saja tanpa ada penyaringan.

Ini adalah bukti nyata kegagalan manajerial. Mengelola fasilitas rawat inap yang menyangkut nyawa manusia, tapi mengabaikan keberadaan pagar hanya karena alasan “takut sempit”, ditambah lagi ketidakpedulian pimpinan di atas, sama saja dengan mengundang bahaya datang menghampiri pasien dan keluarga.

Masyarakat kini mempertanyakan, sampai kapan kondisi membiarkan ini berlanjut? Apakah harus menunggu terjadi perampokan, penculikan, atau hal fatal lainnya, barulah pihak terkait sadar bahwa keamanan jauh lebih penting daripada sekadar masalah luas lahan dan gengsi

(Red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kesehatan

Advertisement
Advertisement
To Top