Pendidikan
Miris, Dana PIP Siswa MTs Nurul Hidayah Karang Pucung Diduga Dipotong Oknum Guru
Lampung Selatan,www.Beritaindonesia.org– Program pemerintah melalui Kementerian Agama berupa bantuan siswa miskin (PIP) kembali menjadi sorotan di Kecamatan Way Sulan
Dugaan pemotongan dana oleh salah satu oknum yang merupakan guru MTs Nurul Hidayah memicu kekhawatiran orangtua dan siswa.
Siswa penerima bantuan PIP tahap I Tahun 2026 di MTs Nurul Hidayah, Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, kabupaten Lampung Selatan, dikabarkan menerima dana lebih sedikit dari jumlah seharusnya.
Setiap siswa mestinya menerima Rp750 ribu, namun menurut pengakuan siswa, di potong Rp. 50 ribu yang diterima hanya 700. Ribu. Sedangkan yang mendapatkan 350 ribu di potong 30 ribu.
“Kami bersama orangtua ke ATM Brilink untuk mencairkan dana PIP. Namun saat sampai di sekolah, dana itu dipotong kembali oleh oknum guru,” ungkap salah satu siswa yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan bahwa pemotongan dilakukan dengan nominal bervariasi antara Rp.50 ribu hingga Rp 30 ribu.
Menanggapi dugaan pemotongan ini, Jurnalis Beritaindonesia. org menekankan pentingnya pengelolaan dana PIP secara transparan.
“Dana PIP seharusnya meringankan beban biaya sekolah bagi anak yang kurang mampu. Sekolah wajib memastikan dana diterima sesuai jumlah yang disalurkan pemerintah. Pemotongan, apalagi tanpa bukti resmi, masuk kategori pungutan liar dan bisa menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Kasus ini mencuat di tengah masyarakat setempat, karena PIP menjadi harapan bagi siswa miskin agar tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya tambahan.
Orangtua berharap pihak sekolah menjalankan amanah dengan baik agar kepercayaan masyarakat tidak terganggu.
Diketahui sebelumnya, warga dan orangtua siswa telah menyuarakan kekhawatiran mereka melalui pertemuan informal, menekankan pentingnya pengelolaan dana PIP yang transparan dan bertanggung jawab.
(Aceng.S)
